Rabu, 09 Januari 2013

Membangun Bisnis dengan Hukum Bisnis yang Berlaku


Hukum diperlukan dalam setiap bidang kehidupan, termasuk dalam bidang bisnis. Secara umum hukum bertujuan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah hukum tersebut, antara lain memberikan kepastian hukum, mengatur ketertiban dalam masyarakat, mewujudkan keadilan, menyelesaikan konflik, dan menggerakkan pembangunan.
Demikian juga dengan hukum bisnis. Hukum bisnis bertujuan untuk memberikan kepada para pelaku bisnis berupa keadilan, kepastian hukum, dan ketertiban dalam menjalankan kegiatan bisnis mereka. Secara sederhana hukum bisnis dapat dipahami sebagai kaidah-kaidah hukum yang mengatur pelaksanaan kegiatan bisnis.
Secara umum, kegiatan bisnis digolongkan menjadi tiga bentuk, yaitu kegiatan perdagangan, kegiatan industri, dan kegiatan jasa. Kegiatan perdagangan adalah aktivitas jual beli yang dilakukan oleh orang per orang atau badan. Kegiatan industri meliputi seluruh kegiatan memproduksi barang-barang. Sedangkan, kegiatan jasa adalah semua kegiatan penyediaan jasa yang dilakukan oleh orang per orang atau badan.
Keberadaan hukum bisnis menjadi sangat penting karena hampir mustahil para pelaku bisnis dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar, aman, dan tertib tanpa adanya perlindungan dan arahan dari aturan-aturan hukum, dalam hal ini hukum bisnis.
Kegiatan bisnis yang sedemikian kompleks memang membutuhkan payung hukum yang jelas. Bayangkan jika kerja sama bisnis yang melibatkan dua atau beberapa pihak di dalamnya, hanya dijalankan berdasarkan itikad baik atau kesepakatan lisan. Adakah yang dapat menjamin bahwa masing-masing pihak akan menunaikan seluruh kewajibannya, atau sebaliknya mendapatkan seluruh haknya?
Hukum bisnis juga diperlukan ketika terjadi perselisihan atau konflik di ranah bisnis. Tanpa hukum bisnis, bukan tidak mungkin perselisihan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis diselesaikan menggunakan “hukum rimba” atau melalui jalan kekerasan.
Itu baru sebagian kecil alasan mengapa hukum bisnis menjadi sangat penting. Masih banyak aspek lain dalam bidang bisnis yang membutuhkan pengaturan hukum, misalnya perlindungan konsumen untuk mendapatkan produk yang sehat, tidak kedaluwarsa, atau dijamin halal.
Contoh-contoh lain hukum di bidang bisnis, antara lain kontrak bisnis, bentuk-bentuk badan usaha, jaminan hutang, perbankan, hak kekayaan intelektual, ketenagakerjaan, investasi, penanaman modal, surat berharga, perpajakan, larangan monopoli, transaksi dagang, asuransi, distribusi, likuidasi, kepailitan, merger, pembiayaan, perkreditan, pasar modal, keagenan, dan perdagangan internasional.
Jika Anda seorang pelaku bisnis, maka mematuhi segala peraturan yang tercakup di dalam hukum bisnis merupakan sebuah kewajiban. Ketaatan terhadap hukum bisnis merupakan fondasi untuk membangun sebuah bisnis yang kukuh, bermartabat, dan aman. Sebaliknya, pelanggaran terhadap hukum pasti akan menuai sanksi hukum. Pelanggaran terhadap hukum bisnis akan membawa bisnis Anda ke jurang berbagai permasalahan, misalnya pemboikotan oleh konsumen, perlawanan dari para tenaga kerja, batalnya kontrak-kontrak bisnis, dan tuntutan hukum oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Bagaimana caranya agar Anda dapat menjalankan bisnis sesuai dengan ketentuan hukum bisnis? Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda tempuh untuk memiliki bisnis yang taat hukum.
  • Mengetahui secara pasti dan memahami peraturan-peraturan yang mengatur bidang bisnis yang Anda geluti.
  • Itikad baik, tekad, dan tanggung jawab akan menuntun Anda menjadi pribadi yang memiliki kesadaran untuk mematuhi hukum dan menghindari pelanggaran terhadap hukum. Itikad baik, tekad, dan tanggung jawab akan memagari Anda untuk tidak melakukan, misalnya manipulasi pajak, memproduksi barang-barang yang tidak aman dikonsumsi, atau mencurangi rekanan bisnis Anda.
  • Jika Anda melakukan kegiatan bisnis dalam sebuah wadah badan usaha, yang melibatkan sejumlah tenaga kerja atau karyawan, maka Anda wajib melakukan sosialisasi atau memberikan pelatihan kepada karyawan Anda tentang hukum yang terkait dengan bidang usaha Anda dan kewajiban semua orang di perusahaan Anda untuk menaatinya. Ketaatan Anda terhadap hukum bisnis akan menjadi sia-sia jika orang-orang di perusahaan Anda justru melakukan pelanggaran. Hal ini karena bagaimanapun, pelanggaran hukum yang dilakukan karyawan Anda pasti akan menyeret nama Anda dan perusahaan Anda.
  • Meningkatkan sistem pengawasan di perusahaan Anda sehingga ketika ada indikasi praktik pelanggaran hukum bisnis, dapat ditangani sesegera mungkin, sebelum masalahnya berkembang menjadi besar.
  • Meminta bantuan hukum kepada ahlinya, misalnya pengacara atau notaris, untuk menangani permasalahan hukum bisnis ketika Anda hendak membangun sebuah bisnis dan masa sesudahnya (ketika Anda telah menjalankan kegiatan bisnis).
  • Menetapkan standar yang tinggi ketika memilih rekanan kerja. Pilihlah rekanan kerja yang kinerjanya baik dan ketaatannya pada hukum bisnis telah teruji. Hal ini dapat menjadi langkah pencegahan Anda terseret tindakan pelanggaran hukum yang mungkn dilakukan oleh rekanan bisnis Anda. Juga langkah pecegahan timbulnya perselisihan akibat rekanan kerja Anda tidak menaati hukum.
Menaati hukum bisnis akan menghindarkan Anda dari berbagai persoalan, sekaligus membuat kegiatan bisnis Anda aman dan terlindungi. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak melakukannya.


TRUEST!!!


Pengertian Bisnis Online


Definisi bisnis online dibahasakan secara beragam oleh banyak orang. Namun, dari semua definisi bisnis online yang kalimatnya tampak berbeda, sebenarnya mengacu pada intisari yang sama. Secara sederhana, definisi bisnis online adalah semua bentuk aktivitas bisnis yang dijalankan menggunakan media internet, yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan.
Dari definisi bisnis online tersebut dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya bisnis online tidak jauh berbeda dengan bisnis pada umumnya yang dijalankan secara offline. Persamaan antara bisnis online dan bisnis offline, antara lain adanya transaksi jual beli, baik barang maupun jasa, dan tujuan yang hendak dicapai, yaitu memperoleh pendapatan(income). Yang membedakan hanyalah media yang digunakan. Bisnis online dijalankan melalui internet, sementara bisnis offline dijalankan dengan berbasis pada toko, penjualan langsung door to door, atau bentuk-bentuk pemasaran lainnya.
Bisnis online menjadi pilihan banyak orang untuk berbinis. Hal ini karena bisnis di dunia maya ini memang memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki sistem bisnis offline. Kelebihan-kelebihan bisnis online, antara lain sebagai berikut.
  1. Jumlah pengguna internet di seluruh dunia sangat banyak. Dengan demikian, bisnis menggunakan media internet dapat menjangkau banyak sekali orang yang dapat dibidik menjadi konsumen dari barang atau jasa yang hendak dijual. Pasar yang dapat dibidik oleh bisnis online juga tidak terbatas hanya orang-orang yang berdomisili dekat dengan pemilik bisnis. Bisnis online bahkan dapat menjangkau konsumen dari seluruh belahan bumi.
  2. Tidak memerlukan bangunan sebagai kantor atau toko tempat memajang produk yang hendak dijual. Bisnis online dapat dijalankan dari mana saja selama ada koneksi internet.
  3. Bisnis online bekerja selama 24 jam penuh dalam satu hari, bahkan ketika pemiliknya sedang tidur atau menikmati liburan. Hal ini karena website atau blog dapat dikunjungi kapan saja, oleh siapa pun.
  4. Modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis online relatif kecil jika dibandingkan dengan bisnis offline. Hal ini karena bisnis online tidak memerlukan bangunan sebagai kantor atau toko, juga tidak perlu menggaji karyawan. Biaya promosi di internet juga relatif murah.
  5. Bisnis online tidak harus dijalankan secara penuh waktu. Seseorang dapat mengelola bisnis online sebagai pekerjaan sampingan, tanpa mengganggu pekerjaan utamanya sebagai karyawan kantor misalnya.
  6. Pelaku bisnis online tidak harus memiliki produk barang atau jasa sendiri untuk dijual. Ia dapat memasarkan produk orang lain dan memperoleh pendapatan dari komisi yang akan diterimanya setiap berhasil menjual produk orang lain tersebut. Sistem bisnis seperti ini dikenal dengan nama affiliate marketing.
  7. Barang dan jasa yang dapat dijual secara online tidak terbatas. Apa pun bisa dijual lewat internet. Pada bisnis bukan offline, jenis barang atau jasa yang dijual harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di sekitar tempat bisnis tersebut dijalankan.
Bisnis online memang memiliki banyak kelebihan dan dapat dijalankan oleh siapa saja, di mana saja. Namun, tidak semua orang yang terjun ke bisnis dengan sistem online ini berhasil meraih sukses. Tidak sedikit pelaku bisnis online yang mengalami kegagalan. Sumber kegagalan bisnis online bermacam-macam, antara lain tidak dilakukan dengan cara-cara yang benar, kurang gigih dalam berbisnis, promosi yang kurang gencar, atau produk yang dijual kurang menarik atau bernilai manfaat untuk kebanyakan orang.
Orang yang gagal menjalankan bisnis online memang banyak, tetapi orang yang sukses menjadi jutawan dengan berbisnis secara online juga tidak kalah banyak. Jadi, Anda tidak perlu berkecil hati atau ciut nyali jika memang ingin membangun kerajaan bisnis online. Yang harus Anda lakukan adalah memahami seluk-beluk bisnis online, lalu mengelola bisnis ini dengan benar.
Untuk dapat memahami seluk-beluk dunia bisnis online, Anda dapat mempelajarinya dari berbagai sumber, baik dari internet, buku, orang-orang yang telah terbukti berhasil di bidang bisnis online, e-book, majalah, dan sebagainya. Banyak pula seminar bertema bisnis online yang dapat Anda ikuti.
Sumber-sumber ini akan memberikan Anda banyak informasi dan memperkaya wawasan Anda tentang bisnis online. Bekal pengetahuan yang memadai, pemahaman yang benar, dan cara-cara menjalankan bisnis yang tepat, dapat mengantarkan Anda menjadi pebisnis online yang sukses, yang dapat meraih pendapatan tanpa batas.
Memahami definisi online ternyata baru merupakan langkah pertama. Masih ada begitu banyak upaya yang harus Anda lakukan untuk benar-benar memahami dunia bisnis online, sebelum Anda siap ambil bagian sebagai pelaku di dalamnya. Namun, setidaknya definisi bisnis online dapat memberikan Anda sedikit gambaran, jika Anda sebelumnya sama sekali belum memiliki gambaran tentang bisnis online. Berangkat dari pemahaman akan definisi bisnis online, Anda dapat melejitkan potensi Anda di bidang bisnis online dan meraih sukses di sana.

So, never give up. However hard it is, just dont...

Contoh Bisnis Offline Terlaris di Indonesia

Anda berminat membuka sebuah bisnis usaha baru di dunia nyata? sebelum Anda memutuskan untuk memilih jenis usaha yang akan Anda kembangkan, ada baiknya Anda membaca artikel menarik berikut mengenai fakta contoh usaha offline paling laris di Indonesia. Siapa orangnya yang ingin gagal membangun sebuah bisnis usaha, terlebih lagi jika ia adalah seorang pengusaha pemula… baru hendak menekuni bidang bisnis ternyata mengalami kerugian besar. Inilah hal menyakitkan yang harus Anda hindari.
Sebelum melakukan sebuah usaha bisnis di dunia nyata, hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan riset atau penelitian terhadap kondisi pasar bisnis. Apa kira-kira yang menjadi trend kebutuhan masyarakat sekitar yang belum terpenuhi dengan baik atas berbagai usaha bisnis yang sudah ada. Atau bisa juga mengembangkan usaha bisnis yang dikembangkan oleh orang lain, asalkan Anda punya konsep tawaran bisnis yang berbeda, konsep itu lah yang akan membuat Anda nantinya berbeda dengan orang lain.
Contoh usaha bisnis yang sukses memang sering kita lihat di sekitar kita. Akan tetapi, jangan sesekali terjebak dengan keberhasilan orang lain, si A sukses mengembangkan usaha bisnis travel, belum tentu jika Anda membuka bisnis serupa, Anda akan sukses pula. Anda tentunya tahu bagaimana kapasitas diri Anda, dan kecenderungan model bisnis seperti apa yang sesuai untuk diri Anda.
Meneliti dan mengamati contoh usaha bisnis seperti apa yang diminati di Indonesia merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menjadi dasar pemikiran sebelum memilih usaha bisnis di dunia nyata. Tidak lantas menjadi seorang plagiat bisnis, namun Anda perlu memikirkan upaya kreatif yang belum diberikan oleh para pengusaha lainnya terhadap konsumen, dan itulah peluang untuk Anda. Agar lebih jelas, berikut ini diberikan beberapa contoh usaha offline paling laris di Indonesia yang bisa Anda jadikan sebagai acuan untuk melakukan modifikasi konsep bisnis pada konsumen:
1. Bisnis makanan
Contoh usaha bisnis yang satu ini memang boleh dibilang sebagai usaha bisnis nomor satu yang paling banyak dikembangkan orang. Mengapa bisnis makanan hampir dibilang sebagai bisnis nomor satu yang banyak dilakukan orang? salah satunya karena memang jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar, dan makanan merupakan kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi terlebih dahulu dibandingkan dengan jenis kebutuhan lainnya.
“Makan adalah urusan nomor satu, setiap hari manusia harus makan.”
Inilah peluang usaha yang perlu diperhatikan oleh para pengusaha, termasuk Anda. Jika ingin mengembangkan sebuah usaha bisnis yang selalu dibutuhkan orang, maka kembangkan lah sebuah usaha bisnis makanan.
Apa yang menjadi kunci kesuksesan mengembangkan usaha bisnis makanan? bisnis dalam bidang makanan hanya memiliki dua unsur penting yang menjadi syarat bertahannya usaha Anda. Jika ke dua syarat tersebut bisa Anda pertahankan, maka usaha bisnis yang satu ini sangat tepat untuk Anda kembangkan.
Syarat yang pertama adalah syarat cita rasa. Soal makanan orang sangat butuh rasa enak. Jika makanan yang Anda jual rasanya enak, percayalah usaha Anda akan laris manis. Rasa itu adalah harapan alami seseorang saat menikmati suatu makanan. Jika punya rasa yang berkualitas, percayalah jualan produk bisnis Anda pasti akan dicari orang, meskipun dari luar daerah yang jauh.
Setelah rasa nikmat, syarat kedua yang harus diperhatikan adalah harga yang ditawarkan pada saat melakukan marketing pemasaran. Harga yang terjangkau dan rasa berkualitas adalah kunci sukses usaha makanan yang Anda kelola.
2. Bisnis elektronik dan otomotif
Perlu Anda ketahui bahwa masyarakat Indonesia paling hobi bergaya dengan barang-barang elektronik meskipun mereka sendiri sama sekali tak mampu untuk membuatnya. Untuk itu, contoh usaha bidang elektronik  dan otomotif merupakan salah satu jenis usaha yang cukup laris di Indonesia. Meskipun harga elektronik terbilang cukup mahal, namun tak menghalangi minat para konsumen di Indonesia untuk memilikinya.
Masyarakat kita memang paling suka bergaya dengan model handphone terbaru, laptop terbaru, motor terbaru, bahkan mobil baru bagi mereka yang sanggup membelinya. Tradisi suka bergaya inilah yang bisa Anda jadikan sebagai peluang untuk membuka sebuah usaha bisnis yang terbilang membutuhkan modal cukup lumayan tersebut.
3. Bisnis fashion
Jenis  usaha fashion juga merupakan salah satu contoh usaha yang cukup laris manis di Indonesia. Terlebih Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, maka fashion Muslim sejatinya menjadi peluang bisnis yang cukup prospek di Indonesia. Produk-produk aksesoris fashion seperti tas, dompet, sepatu, sendal dan sebagainya juga melengkapi kebutuhan pakaian dan aneka pernak-perniknya.
Contoh usaha bisnis fashion ini cukup potensial dan laris manis dikembangkan di Indonesia mengingat sandang merupakan bagian dari kebutuhan primer kedua yang harus dipenuhi setelah pangan. Jumlah penduduk yang besar dengan kondisi ekonomi yang berlapis menuntut Anda untuk menciptakan produk usaha fashion yang sesuai dengan kelas ekonomi masing-masing.

Cara Bisnis Sukses Bagi Pemula

Untuk bisa sukses berbisnis, tentunya Anda harus tahu cara bisnis sukses bagi para pemula khususnya. Bagi mereka yang sudah lama menekuni dunia bisnis, tentunya sudah cukup paham bagaimana menjalankan aktivitas bisnis selanjutnya. Asalkan punya mental baja dalam menjalankan bisnis dan tidak cepat menyerah, maka para pelaku bisnis tersebut tetap punya kesempatan besar untuk sukses.

Cara usaha tentunya berbeda dengan cara Anda bekerja sebagai seorang karyawan biasa. Cara usaha adalah titik berat kepada siapakah diri Anda dan seberapa jauh mental Anda untuk sukses. Keberanian adalah modal utama seorang pebisnis untuk bisa sukses menjalankan usahanya. Sebaliknya orang-orang  penakut dan cepat menyerah lebih banyak gagal dalam menjalankan sebuah usaha bisnis. Untuk bisa sukses dalam menjalankan usaha bagi seorang pemula adalah harus mengetahui bagaimana strategi cara usaha yang pas bagi para pemula yang belum punya banyak pengalaman di bidang bisnis yang ia kelola.
Bagaimana strategi dan cara usaha yang bisa dijalankan oleh para pemula? Berikut ini beberapa diantara cara usaha yang bisa Anda coba:
  1. Memulai sebuah usaha bisnis dengan modal kecil
Cara usaha mudah pertama kali yang bisa Anda coba sebagai pemula adalah dengan memulai sebuah usaha bisnis dengan modal kecil. Rata-rata para pemula takut menjalani sebuah usaha bisnis adalah lantaran ketakutan akan mengalami kerugian yang besar. Untuk mencegah kekhawatiran tersebut, cobalah memulai dengan model bisnis usaha bermodal kecil. Kalau pun Anda nantinya tetap rugi, tentunya tidak akan terlalu menyakitkan bagi Anda, dan Anda pun belum jera untuk memulai sebuah usaha lanjutan.
Ada banyak jenis usaha modal kecil yang bisa Anda coba, juga bisa disesuaikan dengan model bisnis yang Anda minati. Misalnya Anda menginginkan usaha bisnis makanan, makanan menjual makanan ringan khas suatu daerah tidak terlalu membutuhkan modal yang besar dibanding dengan harus membuka usaha rumah makan yang besar.
  1. Memulai sebuah usaha bisnis yang didasarkan pada hobi dan minat
Cara usaha mudah yang kedua bagi para pemula adalah dengan menjalankan sebuah usaha bisnis yang merupakan hal yang menjadi kesukaan Anda. Jika Anda meminati dunia desain grafis, maka Anda cukup layak memulai sebuah usaha desain, Anda seorang penulis saatnya menjadi diri sebagai writerpreneurship dan seterusnya. Mengapa harus diawali dari hal yang menjadi hobi?
Tahukah Anda keasyikan tersendiri yang akan muncul saat kita bekerja pada sebuah bidang yang sangat kita cintai dan menjadi kegemaran pribadi? Dengan penghasilan sedikit pun kita tetap akan menjadi senang dengan pekerjaan tersebut, bahkan tanpa dibayar sekalipun, kita tetap bersemangat menjalani kegiatan yang menjadi hobi kita tersebut.
Dan dalam dunia bisnis, cara usaha seperti ini juga dalam rangka mencegah kerugian yang lebih besar saat menjalankan usaha. Kesukaan Anda terhadap sesuatu tentunya akan membuat Anda mengetahui lebih banyak tentang sesuatu hal tersebut. Dengan pengetahuan itu nantinya akan menjadi modal Anda dalam menjalankan usaha bisnis.
  1. Belajar bisnis dari orang sukses
Cara bisnis selanjutnya bagi para pemula adalah dengan mempelajari sejarah dan cara bisnis orang-orang sukses. Banyak orang sukses membuka sebuah usaha, hanya lantaran dulunya ia adalah seorang pekerja di sebuah usaha bisnis ternama. Dengan kreatif ia pun membangun bisnis serupa setelah mengetahui dan banyak belajar tentang konsep bisnis dari bosnya. Karena modal pengalaman dan keberanian, akhirnya orang tersebut kini sukses menjalankan usaha bisnis miliknya sendiri, dan ia pun resign dari perusahaan bisnis tempat ia bekerja sebelumnya.
Cara usaha seperti ini cukup banyak dilakukan orang. Jika saat ini Anda termasuk orang-orang yang sedang menjadi pekerja di sebuah usaha bisnis yang cukup terkenal, maka tak salah jika Anda mengambil langkah dan peluang tersebut untuk kesuksesan Anda di masa akan datang. Jangan mau selamanya menjadi pekerja, anggap lah masa-masa bekerja adalah masa Anda untuk menempa pengalaman serta mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang konsep usaha bisnis yang dijalankan.
  1. Mulai dari sekarang
Cara usaha sukses bagi para pemula adalah memulai keinginan usaha tersebut dari sekarang. Jangan banyak menunggu dan berkhayal memiliki sebuah usaha sukses, namun kenyataannya Anda tak kunjung merealisasikan usaha-usaha tersebut. Sukses hanya bisa diraih jika kita berani action sekarang juga.
Itulah 4 cara bisnis yang bisa Anda terapkan. Nah, bagi Anda para pemula, mudah bukan untuk memulai sebuah bisnis usaha? jangan ragu, segera wujudkan obsesi Anda menjadi pengusaha.

Senin, 07 Januari 2013

4 Karakteristik Jasa Menurut Kotler


Produk berupa jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk berupa barang. Menurut Kotler terdapat 4 karakteristik yang dimiliki oleh jasa, yaitu:

1. Tidak berwujud (intangibility)
Jasa adalah sesuatu yang tidak berwujud. Tidak seperti produk fisik, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli. Misalnya seseorang yang menjalani “perawatan kesehatan” tidak dapat melihat hasilnya sebelum membeli jasa tersebut. Untuk mengurangi ketidakpastian, pembeli akan mencari tanda atau bukti dari mutu jasa tersebut. Konsumen akan mengambil kesimpulan mengenai mutu jasa tersebut dari tempat, orang, peralatan, alat komunikasi, dan harga yang mereka lihat.

2. Tidak dapat dipisahkan (inseparability) 
Jasa umumnya diproduksi secara khusus dan dikonsumsi pada waktu yang bersamaan, sehingga mutu dari suatu jasa terjadi pada saat pemberian jasa. Interaksi yang terjadi antara penyedia jasa dan konsumen sangat mempengaruhi mutu dari jasa yang diberikan. Terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa untuk menjaga mutu pelayanannya yaitu:
a) Bekerja dengan kelompok yang lebih besar, jadi pelayanan yang biasanya diberikan orang per orang sekarang langsung beberapa orang.
b) Bekerja lebih cepat.
c) Melatih lebih banyak karyawan dan membina keyakinan pada diri konsumen.

3. Keragaman (variability) 
Jasa sangat beragam, artinya memiliki banyak variasi jenis dan kualitas tergantung pada siapa, kapan, dan di mana jasa tersebut disediakan. Para pemakai jasa sangat peduli dengan keragaman yang tinggi ini dan seringkali mereka meminta pendapat orang lain sebelum memutuskan untuk memilih. Untuk menjaga mutu pelayanan dapat dilakukan melalui:
a) Investasi dalam seleksi dan pelatihan personalia yang baik.
b) Melakukan standardisasi terhadap proses kinerja di seluruh organisasi tersebut.
c) Memonitor kepuasan konsumen baik melalui sistem pesan dan kesan, survei konsumen, dan sebagainya.

4. Tidak tahan lama (perishability)
Jasa tidak dapat disimpan karena sifatnya yang tidak berwujud fisik. Ini tidak menjadi masalah bila permintaannya stabil karena mudah untuk melakukan persiapan pelayanan sebelumya. Tetapi jika permintaan berfluktuasi maka akan menimbulkan masalah.